Keheningan di kamar utama terasa begitu menekan. Sean memegang kedua bahu Stella, menatap lurus ke dalam manik mata istrinya dengan binar memohon yang amat dalam."Tolong jadilah Stella yang dulu, yang selalu menurut padaku. Aku hanya ingin itu darimu, aku tak menuntut lebih, Stella," bisik Sean, merendahkan intonasi suaranya hingga terdengar amat parau.Stella menghela napas panjang, mencoba mengimbangi drama yang sedang dimainkan suaminya. Menguras emosi saat ini hanya akan merusak rencana besarnya lusa nanti."Baiklah, Sean. Kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan," sahut Stella tenang, mengulas senyum tipis yang sengaja dibuat sesempurna mungkin.”Tpi tidak denganku…” imbuhnya dalam hati.Sean menatap istrinya sejenak dengan raut tak percaya. Ia sempat menduga akan menghadapi penolakan keras atau amukan heboh malam ini, namun perubahan sikap Stella yang mendadak melunak dan penurut membuat sudut hatinya dipenuhi pendar kelegaan yang luar biasa.Tanpa membuang waktu, Sean merengk
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-18 อ่านเพิ่มเติม