Share

Dokter Fiona

Penulis: Nic Arhsy
last update Tanggal publikasi: 2026-09-12 17:44:26

“Gimana sarapan pagi ini? Kamu lebih menyukai masakan dokter Fiona atau dokter Maria?” tanya Sean sambil menikmati sarapan pagi bersama sang istri di dekat kolam renang lantai itu.

Udara pagi yang sejuk berhembus lembut, membelai wajah Stella yang sedang mengaduk perlahan sup hangat di mangkuknya.

“Masakan siapa pun asal makan sama kamu aku pasti makan banyak,” jawab Stella menggombal, membuat wajah Sean seketika memerah menahan senyum puasnya.

“Tapi, masakan dokter Fiona ini seperti mengingatk
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (23)
goodnovel comment avatar
Sri Yati
hati2 dengan dr fiona, stella. sepertinya dr fiona berbisa
goodnovel comment avatar
Sri Yati
sepertinya dr fiona ini punya misi tertentu deh. apa maksud nya coba, nyindir stella yg ditinggal sean buru2
goodnovel comment avatar
E❤️‍🩹A
sprtinya Fiona memang punya niat dan mksud lain dan sprtinya Sean sdah mulai perlahan masuk jebakan.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Ketukan

    "Sudahlah, Mas. Jangan terlalu khawatir, aku tahu persis apa yang kulakukan dan bagaimana cara menghadapi situasi ini," ucap Stella dengan nada lembut namun tegas di ujung sambungan telepon, mencoba meredakan kekhawatiran berlebihan dari pria yang sudah lama menjadi tempatnya bersandar itu."Bagaimana aku tidak merasa cemas, Ste? Keluarga Anderson itu punya kekuasaan dan pengaruh besar untuk memutarbalikkan fakta, apalagi mengambil hak asuh Liam darimu," sanggah Satria masih dengan nada suara yang meninggi karena diliputi rasa panik. "Kalau kamu butuh bantuan sekecil apa pun, katakan padaku sekarang juga. Aku bisa langsung meluncur ke pesisir malam ini.""Tidak usah, Mas Satria. Terima kasih banyak atas semua perhatian dan tawarannya, tapi ini adalah masalah rumah tanggaku sendiri dan aku harus menghadapinya secara bijaksana," jawab Stella menolak secara halus namun mutlak. "Kamu baru saja mendarat dari misi yang sangat melelahkan di Afrika. Sebaiknya kamu istirahat total, pulihkan te

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Satria?

    Hari sudah beranjak malam ketika Sean melangkah kembali mendekati ranjang president suite tempat Nyonya Besar beristirahat. Setelah perbincangan singkat lewat sambungan telepon dengan Mbak Lastri sore tadi, keputusan di dalam kepala pria itu sudah bulat. Besok pagi, ia akan meninggalkan ibu kota sejenak demi membawa pulang istri tercintanya kembali ke pelukan keluarga.Clarissa si bungsu Anderson yang baru saja merapikan kotak mainan balok susun milik Liam mendongak menatap kakaknya. Ia menangkap binar tekad yang begitu kuat di mata Sean."Kak Sean sudah memutuskan kapan akan kembali ke pesisir dan jemput kak Stella?" tanya Clarissa pelan, berusaha tidak mengusik ketenangan Nyonya Besar yang masih memejamkan mata di pembaringan.Sean mengangguk tegas. "Besok pagi, Ca. Kondisi Nenek sudah jauh lebih stabil dan membaik. Aku tidak bisa membiarkan Stella sendirian terlalu lama di sana, apalagi perasaannya sedang bimbang antara rindu dan gengsi."Mendengar hal itu, Nyonya Besar yang dik

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Kerinduan

    "Nanti kalau pesanan katering Mama sudah selesai, Mama pasti akan menyusul kita ke Jakarta, Nenek Buyut!" jawab Liam dengan penuh semangat, mempertahankan argumennya seraya menggenggam erat jemari renta sang buyut.Nyonya Besar terkekeh pelan di sela sisa napasnya yang masih terdengar lemah, merasa takjub dengan kecerdasan dan ketegasan cucu buyutnya itu. “Wah, hebat sekali cucu buyutku ini. Pintar, tegas, dan sangat menghargai kerja keras ibunya," puji Nyonya Besar sambil mengusap lembut pipi mulus Liam, menyalurkan kehangatan yang sudah lama hilang dari keluarga besar tersebut.Sean yang berdiri di sisi ranjang turut tersenyum tipis. Percakapan kecil itu semakin membuka matanya lebar-lebar bahwa Stella telah mendidik Liam dengan luar biasa baik, meskipun di tengah keterbatasan dan beban hidup yang berat selama tiga tahun terakhir.Nyonya Selvie yang duduk di kursi sebelah menyentuh lengan putranya secara perlahan. "Sean, perkataan Liam benar. Setelah kondisi Nenekmu benar-benar st

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Nenek Buyut

    "Oma...?" sapa Liam dengan suara kecilnya yang polos, mendongak menatap wanita paruh baya berwajah tegas yang berdiri terpaku di hadapannya. Bocah tiga tahun itu mengerjap pelan, lalu membungkuk sopan seraya mencium punggung tangan Nyonya Selvie dengan lembut, meniru apa yang biasa ia ajarkan di rumah. "Halo, Oma. Aku Liam, anak Papa Sean dan Mama Stella." Sentuhan kecil dari tangan mungil sang cucu seketika meruntuhkan seluruh pertahanan dan ego tinggi yang selama ini melekat pada diri Nyonya Selvie. Wanita paruh baya itu terperanjat hebat, matanya mendadak memanas, dan tanpa sadar air mata menetes membasahi pipinya yang biasa tampak angkuh. Selama tiga tahun terakhir, ia hidup dalam penyesalan atas keretakan rumah tangga putranya, dan kini, darah daging dari anak yang paling ia sayangi berdiri di hadapannya dengan senyuman manis tanpa dosa. Dengan tangan yang bergetar hebat, Nyonya Selvie berlutut menyamakan tinggi badannya dengan sang cucu. Ia merengkuh tubuh kecil Liam ke d

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Tidak

    "Tidak," jawab Stella tandas, menolak mentah-mentah ajakan tersebut tanpa sedikit pun keraguan di wajahnya. "Aku punya urusan katering yang tidak bisa ditinggal, dan rumah ini juga tidak boleh kosong. Pergilah kalian berdua bersama Liam."Sean menatap istrinya dengan sorot mata yang menyiratkan kepedihan mendalam. Ia tahu ego dan luka masa lalu Stella terlalu tebal untuk ditembus hanya dalam waktu semalam, apalagi harus membawanya kembali ke lingkaran keluarga Anderson yang pernah menghancurkan hidupnya. Namun, penolakan itu tetap meninggalkan nyeri yang luar biasa di rongga dadanya."Baiklah, Ste," ujar Sean pasrah dengan suara berat. "Aku akan mengemas pakaian Liam dan bersiap sekarang."“Kak, tidak perlu bawa baju Liam banyak. Kita cukup langsung berangkat saja. Nenek sudah mengkawatirkan…”“Oke.”Tidak butuh waktu lama bagi Sean untuk bergerak. Setelah membereskan beberapa keperluan mendesak, pria itu segera menemui Liam di ruang tengah dan menjelaskan bahwa mereka harus pergi ke

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Izin

    Suara ketukan pintu depan berbunyi nyaring, disusul oleh isak tangis tertahan yang membuat udara di dalam rumah kecil itu mendadak terasa berat.Stella yang sedang merapikan pakaian di ruang tengah menghentikan gerakannya. Ia mengerutkan kening, melangkah pelan menuju pintu utama dan membukanya perlahan.Begitu daun pintu terbuka lebar, sosok seorang wanita muda berjas dokter rapi dengan mata bengkak dan pipi basah karena air mata langsung menyambut pandangannya. Clarissa tertegun di ambang pintu, menatap wanita di hadapannya dengan tatapan tak percaya seolah sedang melihat hantu. Napas gadis itu tercekat seketika."Kak... Stella... kamu kah itu?" cicit Clarissa dengan suara bergetar parah, jemarinya menutup mulut karena terkejut luar biasa.Stella yang tidak menyangka akan kedatangan adik iparnya di tempat terpencil ini sempat terpaku beberapa detik. Lidahnya mendadak kelu, namun melihat penderitaan di wajah gadis itu, ia akhirnya mengangguk pelan dengan gestur yang sedikit gagap.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status