Tubuh Hu Jianto terus dibopong oleh lelaki bertopeng itu semakin jauh ke dalam hutan, menuju sebuah desa terpencil yang tersembunyi di balik pepohonan. Sesekali lelaki itu menoleh ke belakang. Ia takut pasukan Panglima Wei masih mengejar mereka. Setelah memastikan tidak ada seorang pun yang mengikuti, ia kembali mempercepat langkahnya. Namun beberapa saat kemudian, ia merasakan tubuh Hu Jianto semakin berat. Ia berhenti. "Napasnya semakin lemah..." gumamnya. Lelaki itu menurunkan tubuh Hu Jianto perlahan ke tanah dan memeriksa lukanya. "Jarak rumah masih cukup jauh. Kalau terus seperti ini, aku takut keadaan Jendral Hu semakin kritis." Ia segera membuka pakaian luar Hu Jianto untuk memeriksa luka di bahunya. "Jendral..." Hu Jianto yang sejak tadi tidak sadarkan diri perlahan membuka matanya. Pandangan matanya masih kabur. Ia mengerang menahan rasa sakit. "Di mana... aku?" Lelaki itu segera mendekat. "Jendral, jangan banyak bergerak." Hu Jianto mencoba
Last Updated : 2026-08-09 Read more