Malam itu, kakek Liu Weng Fu berjalan menembus lebatnya hutan belantara. Sebatang obor di tangannya menjadi satu-satunya penerang di tengah kegelapan. Cahaya yang redup hanya mampu menerangi beberapa langkah di depannya, sementara di balik pepohonan, semuanya tampak gelap gulita. Meski langkahnya mulai terasa berat, kakek tua itu tidak berhenti. Di dalam benaknya hanya ada satu tujuan. Ia harus menyelamatkan Liu Weng Fu. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, napasnya mulai memburu. Ia berhenti sejenak di bawah sebatang pohon besar, lalu meneguk air dari botol bambu yang dibawanya. Saat mengangkat kepala, pandangannya tiba-tiba tertuju pada segerombol tanaman liar yang tumbuh di sela-sela bebatuan. Mata kakek tua itu langsung berbinar. "Itu dia..." Tanpa membuang waktu, ia segera menghampiri tanaman tersebut. Dengan menggunakan pisau kecil di pinggangnya, ia memotong beberapa helai daun dan akar yang memang sedang dicarinya. Kakek tua mengembuskan napas lega. "
Última atualização : 2026-07-22 Ler mais