Tara menatap sosok yang baru datang itu.Hardiman Wibisana.Pria yang sejak tadi memang ia cari-cari keberadaannya di antara kerumunan tamu undangan.Namun, Hardiman sama sekali tidak menoleh ke arah Tara maupun Luna. Wajar saja, sebab keduanya memang belum pernah berkenalan atau bahkan sekadar bertukar sapa secara langsung.Selama ini, hanya Tara yang tahu betul siapa Hardiman. Ia mengenali wajah pria itu dari foto-foto lama dan beberapa dokumen peninggalan mendiang ayahnya. Dokumen yang selama ini disimpannya baik-baik, seolah menjadi satu-satunya benang yang menghubungkan masa lalu dengan kejanggalan yang tengah ia telusuri sekarang."Hardiman, akhirnya kamu datang juga," ucap Alvin sambil menjabat tangan pria itu."Maaf, tadi ada urusan mendadak yang tidak bisa ditinggal," jawab Hardiman.Keduanya lantas terlibat obrolan ringan, sesekali diselingi tawa khas basa-basi antar kolega bisnis. Tara dan Luna hanya berdiri di sisi menyimak tanpa banyak berkomentar.Tak lama, Alvin pun men
Last Updated : 2026-09-22 Read more