Mag-log in"Mulai hari ini, Tara yang akan gantikan posisiku di rumah ini." Tara ditugaskan menjaga Luna, istri muda dari Alvin Mahawira yang selalu di tinggalkan oleh pria itu sampai berbulan-bulan hingga Luna kesepian. Awalnya, hubungan mereka seperti biasa layaknya hubungan majikan dan bodyguard sampai suatu malam mereka terlibat dalam cinta satu malam. Tapi yang tidak Luna ketahui, Tara adalah seorang miliarder yang menyamar, demi menyelamatkan Luna, dan menjadikan wanita itu sebagai cinderella seutuhnya!
view moreMentari yang penasaran langsung menghampiri Tara di dapur.“Mas Tara..”“Ehh... kamu Tari. Aku pikir siapa?” Tara yang terkejut tiba-tiba ada Mentari mencoba untuk tetap tenang. “Kamu sendiri aja Tari. Mbak Sarti mana?”“Mbak Sarti masih di paviliun. Mas Tara, aku mau tanya sesuatu?”“Mau tanya apa Tari?”“Kamarnya Mas Tara kan di lantai satu, tapi tadi kok aku melihat Mas Tara turun dari lantai dua?”Deg!“Waduuh.. Tari malah lihat aku turun dari kamarnya Nona Luna. Jangan sampai Tari mikir yang macam-macam,” batin Tara.“Mas..”“Eh itu Tari. Semalam kan listrik mati terus hujan deras. Nona Luna ketakutan sendirian jadi minta aku temani sampai listrik hidup kembali. Eh aku malah ketiduran makanya pagi ini baru turun ke bawah,” jawab Tara seadanya sambil meletakkan gelas di tempat cuci piring dengan tenang.Mendengar itu Mentari hanya mengangguk-angguk saja. Tetapi Mentari justru salah fokus pada leher Tara. Ia sangat tahu sekali kalau itu jejak lipstik.Kemudian Mentari pun pamitan d
“Tara, kamu maukan menggantikan suamiku?” Luna kembali mengulang pertanyaannya.Tara masih diam saja, pria itu tidak langsung menjawabnya meski ia sudah menyetujui permintaan Alvin waktu itu.Melihat Tara yang diam saja, Luna menarik tangan Tara sampai menempel ke pipinya sendiri, terus pindah ke lehernya. “Aku sudah lama menginginkan diperlakukan seperti wanita yang diinginkan oleh pria. Dicintai dan disentuh sampai titik terdalamnya. Aku sangat merindukan sentuhan yang membuatku kembali merasakan surga dunia, Tara.”Napas Tara mulai berat. Tangannya sempat mengikuti gerakan Luna beberapa detik. Tara bisa merasakan kulit halus gadis itu. Sesuatu dalam dirinya kembali menyeruak, sesuatu yang sejak tadi ia tahan.“Nona..”“Bantu aku Tara. Hanya kamu yang bisa melakukannya. Kamu kan sudah mendapatkan izin dari Mas Alvin. Sentuh aku, Tara.”Luna bangun dari baringnya, lalu gadis itu menarik tengkuk Tara dan menyatukan bibirnya dengan bibir Tara.Gerakan tiba-tiba Luna membuat Tara terkej
Tara terdiam saat bibir Luna menyentuh bibirnya. Jakun pria itu bahkan naik turun, ada rasa aneh dalam tubuhnya yang langsung menyeruak, tetapi Tara tidak membuka mulutnya menyambut ciuman dari Luna.Sementara Luna yang masih ketakutan karena rumah itu sangat gelap, masih memeluk Tara dengan erat.Gadis itu lebih mementingkan rasa takutnya sehingga ia tidak terlalu mempedulikan bibirnya yang tidak sengaja menciumi bibir, pipi, serta leher Tara.“Tara, aku takut,” lirih Luna.“Tenang, Non. Ada aku disini.”Tidak ingin Luna lebih takut lagi, sembari menggendong Luna, Tara berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil senter.Di dalam kamarnya Tara memang ada senter.Dalam kondisi yang gelap, Tara berusaha mencari senter.Luna semakin mengeratkan pelukannya di leher Tara hingga membuat Tara semakin gelisah. Sekuat tenaga Tara menahan hasrat yang dengan lancangnya langsung menyeruak di saat seperti ini.Tara mencoba untuk lebih santai agar hasrat dalam tubuhnya tidak semakin besar.Sete
“Nona Luna kenapa sih?”Tara masih berdiri di tempatnya.Pria itu menatap punggung Luna yang semakin menjauh menuju pintu rumah. Bahkan wanita itu sama sekali tidak menoleh lagi setelah mengatakan kalimat yang membuat Tara semakin bingung.‘Kamu pasti suka kan jadi pusat perhatian selama di sana tadi? Huh! Dasar bodyguard aneh!’ Ucapan Luna masih terngiang di benaknya.Tara menggaruk kepalanya karena pria itu bingung dengan Nyonya mudanya.Apa hubungannya dirinya menjadi pusat perhatian dengan kemarahan Luna malam ini?Tara masih diam di posisinya sambil mengingat apa yang ia lakukan ketika berada di pesta tadi. Namun, setelah diingat-ingat lagi, ia sama sekali tidak merasa sudah melakukan kesalahan. Selama di sana bahkan ia hanya duduk di dekat bar mini sambil minum dan memperhatikan Luna dari tempatnya.Ia juga tidak mendekati Nyonya mudanya itu sesuai dengan keinginan Luna.“Apa aku ada melakukan kesalahan yang nggak aku sadari ya, makanya Nona Luna marah-marah seperti itu?” gumam






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore