“Pelan-pelan Tara.”“Saya sudah pelan, Non. Tahan sedikit ya,” ucap Tara.“Ini semua gara-gara kamu.”“Loh kok gara-gara saya, Non?”“Iya. Kalau bukan gara-gara kamu, gelas itu nggak akan jatuh,” ketus Luna.Saat Tara menoleh ke arah Luna, gadis itu langsung memalingkan wajahnya. Melihat itu, Tara tersenyum. Nyonya mudanya ini lucu sekali, bisa-bisanya ia menyalahkannya padahal tadi ia tidak melakukan apapun.“Sudah selesai Non,” ucap Tara begitu selesai menutup luka Luna dengan plester luka.Untungnya luka di kaki Luna tidak begitu besar.Luna menoleh ke arah luka di kakinya. “Makasih,” lirih Luna pelan.Tara hanya mengangguk saja. Jarak mereka berdua saat itu begitu dekat. Tara berdiri di depan Luna.Tidak ingin berada di posisi seperti itu terlalu lama, Luna pun buru-buru turun dari meja namun karena buru-buru, Luna hampir terjatuh dan untungnya dengan sigap Tara memegang Luna hingga Tara memeluk Luna.“Hmm... Nona mau kemana?” tanya Tara pelan.Tatapan mata keduanya saling bertemu
最終更新日 : 2026-07-14 続きを読む