"Morning cantik," ucap Tara begitu Luna membuka matanya.Luna menoleh ke arah jendela kamar hotel yang tirainya sudah Tara buka. Di luar sana sudah terang menderang."Tara, jam berapa sekarang?" tanya Luna dengan suara seraknya.Rambut gadis itu masih sangat berantakan sama seperti tadi. Gadis itu bahkan tidak sadar jika selimut melorot ke bawah hingga sepasang bukit kembarnya terlihat jelas di mata Tara."Sekarang sudah jam delapan pagi. Ayo bangun, kamu harus sarapan." Tara berusaha menahan dirinya.Pemandangan di depannya sungguh sangat menggoda imannya, terlebih lagi saat ini pagi hari adalah waktu krusial untuk kelangsungan bagian bawah tubuhnya."Aku lapar Tara. Kamu sih semalam kayak singa kelaparan. Nggak kasih jeda sama sekali. Kalau aku nggak ngerengek minta berhenti aku yakin kamu nggak akan berhenti. Kamu minum obat kuat ya Tara."Tara terkekeh. Lalu ia mendekati Luna dan mencium bibir gadis itu dengan lembut.Bukan ciuman terburu-buru tetapi hanya ciuman lembut saja.Lalu
Last Updated : 2026-10-02 Read more