"Tara, Nona Luna mana?"Tara yang ingin kembali ke kamarnya menoleh ke ruang makan dimana Mbak Sarti sedang menata sarapan di sana."Nona ada di atas, Mbak. Mungkin di kamarnya," jawab Tara."Oh iya. Ini sarapannya udah siap.""Mau aku panggilkan, Mbak? Oh iya, aku kok belum melihat Mentari ya Mbak?" tanya Tara sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Sejak tadi Mbak Sarti datang, Tara memang belum melihat keberadaan Mentari."Itu Mas Tara. Dari semalam, Tari nggak enak badan. Demam, suhu tubuhnya juga tinggi.""Loh. Nggak di bawa ke dokter Mbak?""Anu Mas, Tari nya nggak mau di bawa ke dokter. Padahal semalam Om-nya udah mau bawa dia ke dokter, tapi dianya menolak. Katanya minum obat nanti juga sembuh. Tapi loh Mas, tadi sebelum ke sini Mbak periksa tubuhnya masih panas banget.""Di bawa ke dokter aja Mbak. Biar lekas sembuh.""Iya Mas. Nanti Mbak coba bujuk Tari lagi biar mau ke rumah sakit. Mas Tara mau langsung sarapan atau nggak?"Tara menggeleng. "Aku sarapannya nant
Last Updated : 2026-09-07 Read more