Selena meremas punya Don sehingga pria itu mengerang nikmat. Perlahan, dia menuntun milik Don, menerobos ke tempat terdalamnya. Don mengisinya dengan perlahan, sampai milik Selena menelan kejantanannya utuh."Akkkhhh, Don ..." rintih Selena ketika milik Don berkedut liar di dalamnya."Masih sakit," tanya Don sambil memompa dengan ritme yang berbeda-beda."Sedikit, tapi aku akan terbiasa.""Bertahanlah, aku akan menghujammu lebih dalam dan keras lagi, menyentuh dinding-dindingmu yang paling nikmat dan sensitif."Selena ingin menjawab, tapi dorongan Don yang begitu dalam membuatnya mengerang hebat. Ada sensasi panas, perih dan nikmat secara bersamaan.Rasa sakit itu perlahan berganti menjadi gelombang kenikmatan yang memabukkan, Selena mulai menggerakkan pinggulnya pelan, menyambut Don. Gerakan mereka mulai seimbang."Ah, Selena. Kau menyiksaku," erang Don serak saat rasa hangat dan rapatnya tubuh Selena mencengkeram kelakiannya begitu erat."Bukankah kau yang menginginkan ini, Tuan Mafi
Última actualización : 2026-08-28 Leer más