Share

42. Ini Aku!

Author: MyMelody
last update publish date: 2026-08-25 08:45:23

"Kau yakin?"

Don menutup matanya. Suara Selena terdengar sayup-sayup. Sakit kepala itu datang lagi. Dia takut tidak bisa mengontrol diri sendiri.

"Aku hanya mau kau, Piccola," bisik Don lelah.

Selena mengangguk pelan. Perintah Don tak bisa dibantah apalagi saat keadaannya seperti ini.

Tak lama kemudian, bau antiseptik menusuk hidung, beradu dengan aroma amis darah memenuhi ruang tengah vila tua berdinding batu tebal itu. Don duduk di tepi ranjang kayu tanpa kemeja. Punggungnya yang tegap dan di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Penawar Sang Boss Mafia   52. Persiapan

    "Kumpulkan seluruh komandan divisi malam ini juga!" bentak Steven pada para pengawal yang berjaga di pintu."Siap, Tuan!""Mobilisasi divisi satu dan dua! Siapkan armada lapis baja dan kendaraan tempur! Kita gempur wilayah klan MacKenzie sampai rata dengan tanah!"Steven menoleh pada Valerie, menepuk pelan puncak kepala keponakan tersayangnya dengan kelembutan yang tulus."Obati lukamu, Nak. Paman akan membawa kepala wanita itu di atas nampan perak untukmu. Dan Don akan bersujud meminta ampun di bawah kakimu."Valerie menatap lurus ke arah pintu keluar dengan binar mata menyala bagai iblis. "Tapi jangan bunuh Don, Paman. Biarkan dia melihat wanitanya hancur dulu, baru dia bisa berlutut padaku."Paman Steven mengangguk lalu berpaling pada Kakaknya, Tuan Delaros."Kak, jangan basahi tangan Kakak dengan darah kotor mereka dalam peperangan kali ini. Izinkan aku yang memimpin pertempuran ini sampai titik darah penghabisan."Tuan Delaros mendekati adik laki-laki satu-satunya, lalu menatapn

  • Penawar Sang Boss Mafia   51. Cuci Otak

    Valerie memalingkan wajahnya. Jemarinya mencengkeram erat pinggiran mantelnya. Satu tetes air mata menetes halus melintasi pipinya yang masih kotor bekas abu dan sisa kebakaran.Dia memang sengaja tidak membersihkan wajahnya karena harus terlihat begitu menderita. Sebuah gestur terluka yang diperagakan dengan amat sempurna."Don berkhianat, Paman," bisik Valerie, suaranya bergetar dibuat-buat."Apa katamu?!" Terdengar sebuah teriakan menggelegar, mengagetkan seisi ruangan. Tuan Delaros, Papa dari Valerie, beserta Nyonya Delaros, berjalan cepat ke arah puteri tercinta mereka."Papa, Mama ..." isak Valerie begitu melihat sosok-sosok orang yang sangat mencintainya."Maafkan kami, puteriku. Maaf sudah datang terlambat untuk menyelamatkanmu," isak Nyonya Delaros. Dipeluknya tubuh Valerie yang penuh luka. Hatinya hancur melihat kondisi puterinya seperti itu.Puteri tunggalnya, adalah hartanya yang paling ia jaga selama ini. Nyonya Delaros sangat memanjakan Valerie. Apa pun keinginan gadis i

  • Penawar Sang Boss Mafia   50. Di Mana Calon Suamimu?

    "Kurang ajar! Aku tak akan pernah biarkan wanita mana pun merebut milikku."Darah Valerie mendidih seketika. Rasa sakit di tubuhnya mendadak terkalahkan oleh gelombang dendam dan kebencian yang teramat sangat. Wajahnya yang biasa dipenuhi keangkuhan kini berubah menjadi raut penuh dendam yang mengerikan."Gadis kasir sialan itu ..." desis Valerie dengan mata menyala seperti iblis. "Dia pikir dia sudah menang hanya karena memegang surat nikah?"Valerie perlahan bangkit dibantu oleh pengawalnya. Dari kejauhan, dia melirik ke arah istana Vargas yang masih dilalap sisa-sisa api, lalu menoleh ke arah utara, wilayah kekuasaan klan Delaros, keluarga besarnya yang memiliki armada militer terbesar di distrik luar."Klan Delaros tidak akan pernah membiarkan hinaan ini berlalu," ujar Valerie dingin, menyapu darah tipis di bibirnya dengan punggung tangan."Saya paham, Nona.""Tunggu saja pembalasanku. Aku akan pastikan, pernikahan Don dan 'Ratu' barunya itu berakhir dengan pertumpahan darah yang

  • Penawar Sang Boss Mafia   49. Sialan

    Selena meremas punya Don sehingga pria itu mengerang nikmat. Perlahan, dia menuntun milik Don, menerobos ke tempat terdalamnya. Don mengisinya dengan perlahan, sampai milik Selena menelan kejantanannya utuh."Akkkhhh, Don ..." rintih Selena ketika milik Don berkedut liar di dalamnya."Masih sakit," tanya Don sambil memompa dengan ritme yang berbeda-beda."Sedikit, tapi aku akan terbiasa.""Bertahanlah, aku akan menghujammu lebih dalam dan keras lagi, menyentuh dinding-dindingmu yang paling nikmat dan sensitif."Selena ingin menjawab, tapi dorongan Don yang begitu dalam membuatnya mengerang hebat. Ada sensasi panas, perih dan nikmat secara bersamaan.Rasa sakit itu perlahan berganti menjadi gelombang kenikmatan yang memabukkan, Selena mulai menggerakkan pinggulnya pelan, menyambut Don. Gerakan mereka mulai seimbang."Ah, Selena. Kau menyiksaku," erang Don serak saat rasa hangat dan rapatnya tubuh Selena mencengkeram kelakiannya begitu erat."Bukankah kau yang menginginkan ini, Tuan Maf

  • Penawar Sang Boss Mafia   48. Peganglah

    "Aaahh ..." Selena melempar kepalanya ke belakang saat jemari Don yang lihai menyusup lebih jauh, menyentuh titik paling sensitif di antara pahanya yang terlindung kain tipis. Gelombang panas merayapi seluruh saraf Selena, membuatnya meremas bahu Don sekuat tenaga.Don yang masih ingin bermain-main, menarik sisa pakaian Selena, sehingga memperlihatkan keindahan tubuh wanitanya yang polos tanpa selembar benang."Tuan Mafia," desah Selena sambil mengelus lengan Don yang berotot dan kokoh.Don tersenyum lembut, tatapannya terpaku pada bagian dada Selena yang terekspos sempurna. Pria itu menahan napasnya sejenak, matanya berkilat penuh kagum dan damba."Sempurna ..." gumam Don serak, suaranya bergetar karena gairah. "Semuanya tentangmu benar-benar sempurna.""Jangan cuma dilihat, Tuan Vargas," bisik Selena menggoda, keberaniannya kian meletup di bawah dominasi dan kejantanan Don.Don menyunggingkan senyum liar yang menggoda. "Dengan senang hati, Wanitaku."Dia menundukkan kepalanya, menya

  • Penawar Sang Boss Mafia   47. Kau Milikku

    Gedung City Hall hampir tutup saat mobil Don berhenti tajam di pelataran parkir. Mengabaikan tatapan heran orang-orang di sekitar, Don menarik Selena masuk ke dalam gedung.Seorang pejabat catatan sipil yang baru saja hendak mengemas barang-barangnya mendadak membeku saat Don membanting pintu ruangan. Pria tua itu gemetar hebat melihat siluet tegap Don yang mengintimidasi dengan jas hitam dan pistol yang tercetak jelas di balik jasnya."Pernikahan kilat. Sekarang," perintah Don singkat, suaranya bak titah raja yang tak menerima bantahan.Selena hanya bisa menggelengkan kepala terkekeh pelan di antara rasa keterkejutannya. Keberanian dan ketenangan gadis itu kembali tegak. Dia menatap pejabat yang gemetar itu, lalu melirik Don dengan kerlingan mata nakal."Kau benar-benar tidak sabaran, Tuan Mafia," bisik Selena menggoda."Aku sudah cukup sabar menahan diri sejak di kapal, Piccola," balas Don serak, membuat jarak mereka semakin dekat, lalu mendaratkan kecupan singkat tapi penuh rasa ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status