"Racun Sianida berdosis tinggi," desis Don dingin, menatap lurus ke dalam mata Tuan Vargas yang masih bersikap tenang di ujung meja. "Kau benar-benar tidak sabar untuk mati malam ini, Kakek?"Pelayan tua yang melayani Selena tadinya, seketika pucat pasi dan melangkah mundur ketakutan, menundukkan kepala di hadapan Tuan Vargas."Kenapa diam, Kakek?" potong Don dengan suara sedingin es. Pria itu berdiri perlahan dari kursinya, meraih pisau daging tebal di meja, lalu menancapkannya kuat-kuat ke tengah meja makan.BAM!"Racun dosis tinggi di hidangan pertama," desis Don, menatap lurus Tuan Vargas yang masih santai menyesap anggurnya. "Kau sengaja memasang perangkap selicik ini di hadapanku?"Tuan Vargas mengusap bibirnya dengan serbet kain, lalu menatap Don tanpa rasa bersalah sedikit pun."Itu bukan perangkap, Don, tapi ujian," balas Tuan Vargas tenang, suaranya berat dan penuh intimidasi. "Wanita yang berdiri di samping penguasa klan tidak boleh ceroboh. Kalau dia mati hanya karena sepo
Última actualización : 2026-08-20 Leer más