Compartir

49. Sialan

Autor: MyMelody
last update Fecha de publicación: 2026-08-28 09:21:53

Selena meremas punya Don sehingga pria itu mengerang nikmat. Perlahan, dia menuntun milik Don, menerobos ke tempat terdalamnya. Don mengisinya dengan perlahan, sampai milik Selena menelan kejantanannya utuh.

"Akkkhhh, Don ..." rintih Selena ketika milik Don berkedut liar di dalamnya.

"Masih sakit," tanya Don sambil memompa dengan ritme yang berbeda-beda.

"Sedikit, tapi aku akan terbiasa."

"Bertahanlah, aku akan menghujammu lebih dalam dan keras lagi, menyentuh dinding-dindingmu yang paling nikm
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Penawar Sang Boss Mafia   49. Sialan

    Selena meremas punya Don sehingga pria itu mengerang nikmat. Perlahan, dia menuntun milik Don, menerobos ke tempat terdalamnya. Don mengisinya dengan perlahan, sampai milik Selena menelan kejantanannya utuh."Akkkhhh, Don ..." rintih Selena ketika milik Don berkedut liar di dalamnya."Masih sakit," tanya Don sambil memompa dengan ritme yang berbeda-beda."Sedikit, tapi aku akan terbiasa.""Bertahanlah, aku akan menghujammu lebih dalam dan keras lagi, menyentuh dinding-dindingmu yang paling nikmat dan sensitif."Selena ingin menjawab, tapi dorongan Don yang begitu dalam membuatnya mengerang hebat. Ada sensasi panas, perih dan nikmat secara bersamaan.Rasa sakit itu perlahan berganti menjadi gelombang kenikmatan yang memabukkan, Selena mulai menggerakkan pinggulnya pelan, menyambut Don. Gerakan mereka mulai seimbang."Ah, Selena. Kau menyiksaku," erang Don serak saat rasa hangat dan rapatnya tubuh Selena mencengkeram kelakiannya begitu erat."Bukankah kau yang menginginkan ini, Tuan Maf

  • Penawar Sang Boss Mafia   48. Peganglah

    "Aaahh ..." Selena melempar kepalanya ke belakang saat jemari Don yang lihai menyusup lebih jauh, menyentuh titik paling sensitif di antara pahanya yang terlindung kain tipis. Gelombang panas merayapi seluruh saraf Selena, membuatnya meremas bahu Don sekuat tenaga.Don yang masih ingin bermain-main, menarik sisa pakaian Selena, sehingga memperlihatkan keindahan tubuh wanitanya yang polos tanpa selembar benang."Tuan Mafia," desah Selena sambil mengelus lengan Don yang berotot dan kokoh.Don tersenyum lembut, tatapannya terpaku pada bagian dada Selena yang terekspos sempurna. Pria itu menahan napasnya sejenak, matanya berkilat penuh kagum dan damba."Sempurna ..." gumam Don serak, suaranya bergetar karena gairah. "Semuanya tentangmu benar-benar sempurna.""Jangan cuma dilihat, Tuan Vargas," bisik Selena menggoda, keberaniannya kian meletup di bawah dominasi dan kejantanan Don.Don menyunggingkan senyum liar yang menggoda. "Dengan senang hati, Wanitaku."Dia menundukkan kepalanya, menya

  • Penawar Sang Boss Mafia   47. Kau Milikku

    Gedung City Hall hampir tutup saat mobil Don berhenti tajam di pelataran parkir. Mengabaikan tatapan heran orang-orang di sekitar, Don menarik Selena masuk ke dalam gedung.Seorang pejabat catatan sipil yang baru saja hendak mengemas barang-barangnya mendadak membeku saat Don membanting pintu ruangan. Pria tua itu gemetar hebat melihat siluet tegap Don yang mengintimidasi dengan jas hitam dan pistol yang tercetak jelas di balik jasnya."Pernikahan kilat. Sekarang," perintah Don singkat, suaranya bak titah raja yang tak menerima bantahan.Selena hanya bisa menggelengkan kepala terkekeh pelan di antara rasa keterkejutannya. Keberanian dan ketenangan gadis itu kembali tegak. Dia menatap pejabat yang gemetar itu, lalu melirik Don dengan kerlingan mata nakal."Kau benar-benar tidak sabaran, Tuan Mafia," bisik Selena menggoda."Aku sudah cukup sabar menahan diri sejak di kapal, Piccola," balas Don serak, membuat jarak mereka semakin dekat, lalu mendaratkan kecupan singkat tapi penuh rasa ke

  • Penawar Sang Boss Mafia   46. Seberapa Tersiksa?

    "Tuan tidak sedang berbaik hati, kan?" celetuk Selena, matanya berkilat cerdas."Menurutmu?" Tuan Vargas balik bertanya seakan menguji sampai di mana batas kesabaran gadis cantik itu."Tuan menyerahkan klan ini karena tahu cuma Don yang sanggup meremukkan klan utara. Dan Tuan merestui kami berdua karena tahu, cuma aku yang bisa mencegah Don menghancurkan klan ini dari dalam."Tuan Vargas menatap Selena lama, lalu menyunggingkan senyum miring yang misterius."Kau membaca papan caturku dengan sangat tajam, Gadis Kasir."Don terkekeh rendah, suara tawa tebal yang bergetar dari dadanya. Pria itu menarik pinggang Selena rapat-rapat ke samping tubuhnya, merengkuhnya di hadapan sang ketua klan."Kami ambil kotaknya, Kakek," kata Don dengan nada dingin yang tegas. "Tapi ingat, istana itu akan kubangun kembali dengan aturanku. Siapa pun yang menatap wanitaku dengan cara yang salah, akan kupastikan kepalanya terpisah dari leher sebelum dia sempat berkedip."Tuan Vargas mengangguk pelan, lalu be

  • Penawar Sang Boss Mafia   45. Bukan Kelemahan

    Dua hari kemudian, keadaan Don semakin membaik. Sedangkan keadaan Kakek Vargas berbanding terbalik. Pria tua itu sedang duduk di sebuah kapel tua.Lampu kristal tak ada di bangunan itu. Semua kemewahan dan kemegahan yang biasanya menemani Tuan Vargas, kini lenyap tak berbekas. Hanya sinar matahari sore yang menerobos kaca patri berdebu, membiaskan warna merah dan biru di atas ubin batu kapel yang tak terpakai.Di depan altar tua, pria tua itu bersandar pada tongkat berkepala perak. Garis-garis luka goresan kecil membekas di pipi kirinya, sisa dari ledakan kaca di ruang kontrol dua hari lalu. Tidak ada pengawal di sekelilingnya.Pintu kayu kapel berdecit berat saat Don dan Selena melangkah masuk. Don mengenakan jas hitam tanpa dasi, tangannya yang tegap mengunci erat jemari Selena yang berjalan anggun di sampingnya dengan gaun hitam sederhana."Kau datang tanpa membawa senapan laras panjang, Don?" buka Tuan Vargas, suaranya yang parau menggema di ruangan yang sepi."Aku tidak butuh sen

  • Penawar Sang Boss Mafia   44. Aku Tidak Main-Main

    Don membelalak pelan, terkekeh serak mendengar gurauan berani Selena. "Jangan memancing iblis yang sedang terkunci, Piccola. Kau tidak akan sanggup berjalan besok pagi jika berani meniupnya di sana.""Aku tidak takut," pamer Selena seraya memberikan remasan lembut yang tepat, membuat 'junior' Don berkedut makin hebat di balik celananya."Awas, Piccola. Aku tidak main-main.""Don, aku baru saja membalikkan racun klan Vargas bersamamu. Menurutmu aku takut pada senjatamu yang satu ini?""Ngggh ... Selena ..." Don memejamkan matanya erat-erat, kepalanya mendongak saat sensasi nikmat merayapi seluruh sarafnya. Pria itu menyandarkan dahinya ke bahu telanjang Selena, meremas pergelangan tangan Selena yang masih sibuk mengelusnya.Otot-otot di lengan tegap Don menegang keras. Sekuat tenaga Don menahan gairah yang ada agar tidak merobek sisa gaun Selena dan bercinta dengannya saat ini juga.Dia tahu Selena lelah dan tubuhnya sendiri masih penuh luka. Namun, perlakuan manis dan elusan jemari Se

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status