Aku mencondongkan tubuhku ke depan, membalikkan posisi kami. Kini akulah yang begitu dekat dengan wajahnya, bibirku nyaris menyentuh bibirnya.“Aku bisa memberikannya padamu,” bisikku, merasakan getaran antisipasi darinya.“Aku bisa memberimu gairah seperti yang kau mimpikan dalam kesendirian abadimu.”“Aku bisa membuatmu terbakar dengan hasrat yang belum pernah kau rasakan. Aku akan membuat setiap malam abadi kita terasa seperti malam pertama.”Aku berhenti sejenak, membiarkan kata-kataku meresap. Aku melihat harapan menyala di matanya yang indah.“Tapi,” lanjutku, dan senyumku melebar menjadi seringai liar, “itu tidak akan mudah.”“Kau tidak bisa hanya mengambilku, mengubahku, dan mengharapkan aku jatuh di kakimu seperti anjing yang setia.”“Kau menginginkanku? Sebelum itu kau harus menunjukkan kepadaku bahwa kau pantas mendapatkannya. Kau harus membuatku, seorang pria yang tidak percaya pada apa pun, percaya padamu.”Aku meletakkan tanganku di dagunya, sedikit menariknya untuk fokus
Last Updated : 2026-07-14 Read more