Pintu ganda ruang kerja pribadi sang Ratu kubuka tanpa ketukan.Di balik meja mahoni besarnya, Laverentina duduk mematung. Lentera kristal menerangi wajahnya dengan kedua mata ungu yang menyipit tajam.Lirikannya langsung menangkap serpihan darah kering di sarung tanganku serta moncong Caligo yang masih menguapkan residu panas.Tanpa sepatah kata pembuka, kulemparkan dua barang ke atas meja.Trak!Bunyi logam dan kaca beradu nyaring membelah hening. Sebuah kunci perak berlumuran cairan merah gelap, serta selembar perkamen logbook tua yang kusut mendarat tepat di depan tumpukan dokumen kerajaannya.Pandangan Laverentina turun. Saat mengenali lambang keluarga yang terukir di pinggiran kunci tersebut, napas sang Ratu tertahan sepersekian detik.“Ronan,” bisiknya, suaranya tercekat. Matanya terangkat, menatapku lurus dengan gejolak yang berusaha ia tekan.“Kau menghabisinya?”“Ya. Ruangan bawah tanah rahasianya telah runtuh.”Helaan napas berat lolos dari bibir Laverentina. Ia menyandarka
Last Updated : 2026-09-11 Read more