Klara hanya menyandarkan diri di dekat bingkai jendela, enggan membuka suara atau sekadar melemparkan tatapan balik.Tanpa membuang kata, kuseberangi ruangan melintasi lantai, membiarkan jarak tercipta di antara kami saat aku melangkah ke kamar mandi.Air dingin dari pancuran langsung kusambar.Guyuran basah membasuh peluh, jelaga tungku, serta noda darah melintas di sepanjang rahang dan dadaku. Rasa lega berdesir seiring berputarnya sirkulasi Trojan Horse di balik tulang rusuk.Sepuluh menit berlalu.Keluar dari bilik mandi dengan pakaian baru yang kuambil dari dimensi simpanan, suasana kamar tampak sunyi.Klara telah lenyap.Jubah hitamnya tak lagi membayang di dekat jendela. Hanya ada embusan angin malam yang menggoyangkan tirai tipis.Di atas meja rias, bertengger kotak kayu hitam milik wanita itu. Kutumpukan langkah mendekat, lalu kubuka tutup kuncinya.Tersisa satu kubus jeli darah di dalam sana. Satu peninggalan terakhir yang disengaja.Sebuah senyum tipis terukir di bibirku.Ku
Huling Na-update : 2026-09-28 Magbasa pa