Kini aku menatap daun pintu jati bernomor 307, menimbang kalkulasi taktis.Kupejamkan mata sejenak, menajamkan pendengaran menembus serat papan setebal tiga inci.Hening.Irama tarikan napas di dalam terdengar teratur tanpa desau cemas, picu perangkap, atau dengung formula sihir pengoyak mana.Kamar ini tampaknya hanya dihuni pengelana biasa.Mendobrak bilik tidur orang asing tanpa aba-aba rentan memancing jeritan panik.Raungan histeris di lantai tiga pasti lekas mengundang regu pengawas wisma, merusak ketenangan yang kubeli mahal menggunakan timbunan keping emas di meja lobi.Menghadapi situasi semacam ini, pendekatan beradab sesekali layak menjadi opsi pembuka.Walau tentu saja, takaran sopan seseorang sepertiku bertolak belakang dari etiket para aristokrat istana.Tok. Tok. Tok.Tiga ketukan tegas mendarat di permukaan kayu.Dua detik terlewat dalam kesunyian.Derap langkah ringan mulai mendekat dari lantai parket, disusul gemerisik kain dan bunyi gerendel yang ditarik mundur.Pint
آخر تحديث : 2026-09-22 اقرأ المزيد