Tudingan itu menggantung di udara aula.Riak amarah memantul di antara pilar tatkala pria itu melempar tatapan benci ke arahku.Kutanggapi ocehannya lewat dengusan hampa.Dari kursi terdakwa, tanganku tetap terlipat tenang, menikmati urat tegang leher bangsawan itu.“Senjata pemusnah pembawa petaka!” pekik pria itu lagi, menoleh ke sekeliling demi mengais dukungan sekutu.“Bila kau menenteng logam terlarang di istana, kedaulatan Val Glory berada di ambang kehancuran!”Gumam setuju mulai merayap naik dari tribune barat. Beberapa orang saling melempar pandang, bersiap menyalakan bara penghakiman massa.Trak!Hantaman ujung tongkat ke lantai memecah riuh rendah seketika.Hening merayap kaku.Dari singgasana di seberang podium, Laverentina menegakkan punggungnya perlahan.Jubah putih sang penguasa berkibar tipis disapu tekanan mana ungu yang memadat di udara. Parasnya tampak dingin tanpa celah emosi.“Tutup mulutmu, Baron Atwood,” titah sang Ratu membelah kesunyian, menatap tajam pria itu
آخر تحديث : 2026-09-19 اقرأ المزيد