“Mas, turunin aku—” pinta Kaira, gadis itu menjerit tertahan, sebelah tangannya masih erat memegang kotak es krim kecil yang isinya belum habis, sementara sebelah tangannya lagi secara refleks melingkar di leher belakang, menjaga keseimbangan saat pria itu membawanya melangkah menuju dapur. Langkah Kaisar berhenti tepat di depan meja makan, ia mendudukkan Kaira di atasnya, memposisikan diri di antara kedua paha gadis itu yang terbuka seraya mengatakan, "Mas, es krimku—" protes Kaira, berniat menjauhkan kotak di tangannya saat Kaisar mencoba merangsek maju. "Biar aku ambil," bisik Kaisar, matanya menggelap penuh tuntutan. Kaira menolak, menggelengkan kepala. Tapi, hal itu justru membuat pegangannya goyah dan— Pluk! Kotak es krim kecil di tangan Kaira terlepas, meluncur bebas, dan mendarat tepat di dadanya, membasahi gaun tidur yang ia kenakan dengan lelehan es krim vanilla yang dingin, wangi manisnya menguar, basah dan lengket. Kaisar tampak tertegun. Sepasang manik gelapnya
Last Updated : 2026-10-25 Read more