Mendengar kalimat itu, Kaira tersenyum miris. “Dhava ... kamu juga jadi salah satu orang yang udah bikin aku dipandang sebelah mata di rumah itu dulu.” Madhava kian menundukkan kepalanya. Wajahnya memerah, barangkali karena hantaman rasa bersalah yang terlambat. “Maaf, Mbak,” ucap Madhava lirih, suaranya seperti sedang tercekat di tenggorokan. “Tapi jujur aja ... pas Mbak Kaira pergi dari rumah itu, mau nggak mau semua orang sebenarnya merasa kehilangan.” “Kehilangan kenapa? Karena orang yang biasa kalian tindas udah nggak ada?” Madhava kembali terdiam seribu bahasa. Ia meremas jemarinya kuat-kuat. “Aku salah, Mbak. Dan apa yang terjadi padaku sekarang ini, kayaknya emang balasan buatku. Aku diperlakukan kayak sampah sama istriku sendiri.” Kaira menatap wajah Madhava yang tampak merah padam. Ada gejolak antara rasa malu, marah, dan putus asa yang luar biasa di sepasang matanya yang dilanda badai. Kaira tahu betul bagaimana rasanya ada di posisi pria itu sekarang. Rasa saki
Last Updated : 2026-10-19 Read more