Sepanjang jalan, Mama Heny terlihat tegang. Jantungnya berdebar hebat. Dari tadi, jari-jari tangannya tidak bisa diam. Ia terlihat gelisah sekali.Seren menggenggam tangan Mama Heny. Mencoba menenangkannya. "Tante pasti sudah tidak sabar ya?" Mama Heny mengangguk. "Iya, Seren. Tante sudah tidak sabar sekali. Rasanya gimana gitu," jawabnya tersenyum paksa."Sabar ya, Tan. Sebentar lagi nyampe kok," ucap Seren.Sementara itu, Di Mandala cafe, Galang baru saja tiba. Ia segera mencari tempat kosong, lalu menginfokan nomor mejanya kepada Seren.Berselang lima belas menit kemudian, Seren dan Mama Heny melangkah masuk. Begitu melihat Galang, langkah Seren terhenti. Ia menarik napas dalam."Ayo, Tante. Itu dia orangnya," ucap Seren terus berjalan.Mama Heny mengangguk mantap. Dadanya semakin berdebar.Galang yang tadinya duduk tenang, seketika berdiri saat melihat kedatangan Seren dan Mama Heny. Ia hendak memeluk Seren, tapi Seren menepisnya."Stop, Mas! Silahkan duduk kembali," ucap Seren d
Última actualización : 2026-09-02 Leer más