Begitu sampai di apartemen, Seren langsung melepas sabuk pengamannya. Saat akan turun, Yuda memegang pergelangan tangan Seren. "Seren," panggil Yuda.Seren menoleh. Tatapan mereka saling bertemu."Ya? Ada apa, Yud?" tanya Seren. Matanya masih terkunci dengan mata Yuda.Yuda diam. Begitu juga dengan Seren. Satu detik. Dua detik. Hingga beberapa detik berlalu. Tangan sebelah kanan Yuda terangkat, menangkup sebelah pipi Seren dan ia spontan mendaratkan ciumannya di bibir Seren.Mata Seren terbelalak. Ciuman dari Yuda begitu cepat, begitu lembut, dan begitu nikmat tentunya.Seren ingin berteriak kalau ini salah. Ia juga ingin mendorong tubuh Yuda untuk segera menjauh. Tapi entah kenapa, suaranya seakan tercekat dan tubuhnya terasa kaku. Seren memejamkan matanya dan mulai menikmati ciuman itu.Kurang lebih satu menit kemudian, Yuda berhenti. Ia nampak gugup dan canggung. Begitu juga dengan Seren. Ia membuka mata perlahan, lalu menundukkan pandangannya."Ma.. Maafkan aku, Ren. Aku.. aku...
Última actualización : 2026-08-30 Leer más