"Nenek! Aku sangat merindukan Nenek!"Seruan bernada riang itu memecah ketegangan yang sempat menggantung di udara. Layla melangkah anggun menyeberangi aula, menghampiri sang nenek dengan senyum merekah indah. Tanpa ragu, wanita itu merengkuh tubuh lansia tersebut dalam sebuah pelukan hangat.Sang nenek, yang semula memasang raut dingin dan tak tersentuh saat menyapa Adhira, mendadak melunak. Garis-garis keras di wajahnya mengendur, tergantikan oleh ukiran senyum lembut yang belum pernah Adhira lihat sebelumnya."Sayang, kau terlihat semakin kurus karena terlalu lama di London!" tutur sang nenek mengusap bahu Layla penuh kasih.Layla terkekeh kecil, menyandarkan kepalanya sejenak sebelum melepaskan pelukan. "Aku baik-baik saja, Nek."Namun, perhatian wanita itu tidak bertahan lama di sana. Sepasang mata jernih milik Layla bergulir, mendarat tepat pada sosok pria yang duduk membisu di samping Adhira. "Hai, Sena. Kita bertemu lagi."DEG!Seketika, ruangan besar itu mendadak diselimuti k
Last Updated : 2026-10-26 Read more