“Cucuku?” cemooh sang nenek.Namun, Adhira sama sekali tidak memedulikan tatapan sinis itu. Ia tetap tersenyum ramah dan melangkah mendekat ke tepi ranjang.“Nenek sebenarnya sakit apa?”Marsena menyusul tepat di belakang Adhira, menatap sang nenek dengan saksama.Wanita tua itu membuang muka dengan enggan. “Cuma flu biasa dan darah tinggiku naik sedikit akhir-akhir ini. Itu saja. Kamu tidak perlu pura-pura khawatir padaku.”Adhira menghela napas pelan, lalu duduk di tepi ranjang tanpa ragu.“Kenapa aku harus pura-pura khawatir, Nek? Nenek tidak lihat kantung mataku yang hitam dan tebal ini?” Adhira menunjuk bawah matanya yang menghitam dengan wajah memelas.Sang nenek melirik malas.Dari belakang, Marsena menyela pelan, “Adhira baru saja selesai jaga malam di rumah sakit, Nek. Aku sudah menyuruhnya istirahat di rumah, tapi begitu dengar Nenek sakit, dia tetap keras kepala minta ke sini.”Sang nenek sem
آخر تحديث : 2026-10-28 اقرأ المزيد