“Halo, aku baru saja sampai di bandara. Kau di—” Belum tuntas Adhira melontarkan kalimatnya, suara Sasha, sahabatnya sejak kecil, memotong dari seberang telepon dengan cepat dan panik. “Hah? Bandara? Astaga, Adhira, kenapa kau tidak bilang dari jauh-jauh hari? Aku sedang sangat sibuk sekarang, jadi tidak bisa menjemputmu.” Adhira menyandarkan punggungnya pada sandaran jok taksi, membalas dengan nada tetap tenang. “Aku sudah di taksi, mungkin kita bisa bertemu nanti malam?” Meski suaranya terdengar santai, ada sedikit perasaan jengkel yang mengganjal di dadanya. Adhira ingat betul telah mengabari Sasha tiga hari sebelum keberangkatannya hari ini. Kepulangannya ke kota kelahiran ini terjadi setelah ia menuntaskan masa internship-nya di Ibu Kota. Sebagai pemegang beasiswa, ia diwajibkan bertugas di cabang kedua dari RS Medical Buana Group, sebuah rumah sakit swasta tersohor, untuk melanjutkan jenjang residensi. “Malam ini aku juga tidak bisa. Bisakah kau berhenti membuat agenda dad
Last Updated : 2026-07-16 Read more