“Kenapa pada akhirnya pria itu tetap ikut?” bisik Abid pelan di meja makan mereka saat sosok Marsena benar-benar melangkah menyusuri area restoran dan bergabung dalam acara makan malam tersebut. Amira menyiku lengan Abid, membalas dengan intonasi rendah, “Kau ini buta ya? Ini acara makan malam untuk menyambut siapa? Istrinya! Sudah pasti dia ikut.” Qanita mengangguk-angguk setuju, merapatkan posisi duduknya. “Setidaknya kita berada di meja yang berbeda dengan mereka. Aman.” Adhira hanya diam menyimak kasak-kusuk konyol ketiga rekannya sembari mengunyah potongan daging dengan tenang. Karena kapasitas meja panjang di restoran tersebut tidak mencukupi untuk menampung seluruh staf medis yang hadir, pelayan resto terpaksa membagi area makan menjadi dua bagian terpisah. Meja pertama, yang terletak di dekat sudut utama, diisi oleh Marsena, Sasha, serta para dokter spesialis senior. Sementara meja kedua dihuni oleh para residen junior seperti Adhira, Abid, Amira, Qanita, serta beberapa res
Última actualización : 2026-07-31 Leer más