“Tentu saja, semua orang di kota ini pasti mengenal baik sosok istri saya, Nyonya Antonio,” suara berat Marsena tiba-tiba menyela tenang, memecah ketegangan yang sempat menggantung. Adhira dan Nyonya Antonio serentak memalingkan pandangan mata ke arah pewaris Buana Group tersebut. Dengan pergerakan yang amat protektif, lengan tegap Marsena merangkul bahu Adhira, merapatkan posisi berdiri mereka berdua. Nyonya Antonio menggelengkan kepalanya perlahan, keningnya masih melipat heran. “Tidak... Tidak, rasanya tidak begitu. Sebelumnya aku merasa pernah bertemu dan mengobrol langsung dengan—” “Ibu, ayo kita duduk dulu,” potong Saga cepat seraya memajukan langkahnya, membimbing sang ibu menuju kursi meja makan. Saga sempat melempar pandangan mata yang begitu lekat ke arah Adhira. Namun Adhira dengan cepat mengalihkan pandangan matanya ke arah lain, menolak berinteraksi. Apakah pria bajingan itu sungguhan sudah gila?! Kenapa dia masih punya muka untuk menatapnya terang-terangan seperti it
Last Updated : 2026-09-26 Read more