Setibanya di rumah sakit, Adhira langsung menyibukkan diri dengan rutinitas pekerjaannya.“Adhira, 'suamiku' menelepon tuh!” goda Qanita dengan nada tengil.Adhira yang sedang fokus menari-narikan jemarinya di atas papan ketik komputer seketika menghentikan pergerakannya. Keningnya terlipat rapat. Suamiku? pikirnya bingung. Namun tatkala menoleh ke samping, ia mendapati layar ponsel barunya menyala terang, memajang nama kontak tersebut.Dengan wajah memerah padam, Adhira secepat kilat menyambar ponselnya seraya melayangkan tatapan tajam ke arah Qanita. “Terus saja kau mengejekku!” serunya jengkel.Adhira menghembuskan napas tipis, lalu menekan tombol hijau. “Ya, halo?”“Ke ruanganku sekarang,” sahut suara berat Marsena di seberang sambungan.“Baik,” balas Adhira pendek sebelum mematikan panggilan dan bergegas bangkit berdiri.Qanita memiringkan kepalanya, masih tak berhenti meledek. “Dipanggil sama 'suamiku' ya?”
Last Updated : 2026-09-30 Read more