"Semua sudah hampir selesai, Pak. Gedung, dekorasi, hingga pengamanan privat untuk Tuan Muda Arka dan Pak Wijaya sudah rampung seratus persen," ujar Rian, orang kepercayaan Devan, melalui sambungan telepon dengan suara mantap."Bagus, Rian. Pastikan tidak ada celah sekecil apa pun. Tiga hari lagi adalah hari terpenting dalam hidupku," balas Devan, suaranya mengalun berat namun sarat akan kebahagiaan murni saat jemarinya memutar kemudi mobilnya membelah gurat jingga sore ibu kota."Siap, Pak Devan. Nona Maya sangat beruntung memiliki Anda," sahut Rian penuh rasa hormat sebelum menutup sambungan telepon.Devan tersenyum tipis, menatap jalanan kota yang dihiasi pendar lampu yang mulai menyala. Tanpa menunda waktu, ia segera menyambungkan ponselnya ke nomor wanita yang kini memenuhi seluruh relung pikirannya."Tiga hari lagi, Maya..." suara Devan mengalun hangat di seberang telepon, terdengar begitu dalam dan sarat akan kerinduan. "Rasanya masih seperti mimpi. Aku takut kalau aku memejamk
Last Updated : 2026-10-20 Read more