Aku duduk bersama suamiku dan Kak Dana. Sedangkan, Mbak Putri menemani anak-anak di kamar. Kak Dana mulai menanyakan tentang Bunda. Aku pun jujur apa yang terjadi akhir-akhir ini. Kak Dana terkejut dan menahan amarahnya. Dia menggelengkan kepalanya menatapku. Aku menggigit bibir bagian dalamku. Aku masih saja takut jika Kak Dana sudah marah. “Kakak sudah pernah bilang, jangan berurusan lagi sama Tante. Sekarang, kamu mau gimana?” tanya Kak Dana.“Tante mengembalikan lahannya atas nama Farin dan Hana, rumahnya atas nama Farin, Farin gunakan itu buat melunasi rumah besar Kakek. Sebentar aja, Farin akan sewakan itu. Farin gak mau menjualnya.” Kak Dana menganggukkan kepalanya. Dia paling anti jika ada yang harus menjual harta waris demi Tante.“Kalau ada yang bisa Kakak bantu, telepon Kakak. Nanti Kakak lihat Bunda. Kamu check lagi rekening lamamu. Ayah sering minta Kakak kirim uang hasil panen lahan Bundamu. Kakak gak ngomong karena Kakak pikir kamu tahu. Bunda yang minta kirim ke kamu
Last Updated : 2026-10-26 Read more