AUTHOR POVBu Metha dan Pak Arkan terlihat masih tidak percaya dengan wajah Arlan yang penuh dengan lebam, meski sudah mulai memudar. Farin bangkit dari duduknya dan membuka lemari sambil mengajak Raka.“Ma, Pa, Farin ke kafe bentar, ya. Harus cek barang supply dulu.” Farin pamit pada mertuanya. Raka menggenggam tangan Mamanya. “Salim dulu sama Kakek sama Nenek. Raka melakukannya dan tidak lupa pamit dengan Papanya. “Dadah, Papa.” Raka keluar dan tersenyum ceria. Bu Metha dan Pak Arkan tersenyum melihat cucunya sangat menggemaskan.“Lan, Raka lebih nempel sama Mamanya, ya.” Pak Arkan mengamati putranya yang masih memandang pintu yang baru saja tertutup.“Iya, dia akan nangis kalau Mamanya marah dan gak mau ngomong sama dia. Kaya kemarin, Farin sempet kesel Arlan sama Raka bikin kamar berantakan, saat Farin pulang. Dia minta kamar harus balik rapi, Raka langsung rapikan dan gak mau minta bantuan Arlan. Diam-diam d
Last Updated : 2026-10-16 Read more