Home / Romansa / Terbuai Setelah Malam Pertama / 29. Berkas Cerai Siap

Share

29. Berkas Cerai Siap

Author: Angsa Kecil
last update publish date: 2026-08-27 21:50:25

Tatapan Bima dalam pada Megha. Suaranya kembali melunak, pelan dan terasa intim, khusus hanya untuk wanita itu. “Kamu turun dulu. Jangan buang energimu di sini. Nanti aku akan menghubungimu.”

Megha membetulkan posisi blazernya, lalu menatap Rianti dan Veronica satu per satu dengan senyum tipis dingin. “Senang bertemu kalian dengan cara seperti ini. Tapi maaf, saya harus pergi.”

Megha melangkah keluar dari ruangan itu dengan kepala tegak. ‘Setidaknya sosok Kiran di sini sudah menang dalam pertem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   106. Playing Victim

    Hampir saja terkena sabetan lengan mereka.Melihat Megha ada di antara mereka. Bima dan Varen seketika menahan gerakan tangan mereka di udara. Keduanya menarik napas yang memburu. “Hish! Kenapa kamu malah berdiri di sana! Hampir saja!” Bima dengan cepat meraih pergelangan tangan Megha, dan menyembunyikan di belakang tubuhnya.Varen berdiri mengusap rahangnya yang lebam, menatap Megha di balik punggung Bima. “Megha, dengarkan aku sekali ini saja. Pertimbangkan semua yang aku katakan tadi. Pria ini tidak akan pernah melindungimu saat situasi makin memburuk!”“Varen–” Megha sedang mau menjawab tapi kalah cepat dengan suaminya Bima menyunggingkan senyum miring. “Kamu tidak perlu sok jadi pahlawan di rumah tanggaku, Varen. Kamu cuma tamu tidak diundang yang begitu mengganggu. Harusnya kamu tahu diri dan sadar posisi. Memangnya tidak malu bahwa pergi istri orang di depan umum?”“Kamu—” Varen hendak maju lagi, tapi tiga orang pengawal berbadan tegap yang diinstruksikan Dilan sudah berdiri

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   105. Cukup!

    Di depan area parkir dekat mobil Varen, Megha menghentikan langkahnya. Lalu, menghentakkan tangannya kuat-kuat hingga pegangan Varen terlepas.“Cukup, Varen! Jangan gila, aku tidak mungkin pergi begitu saja dari pesta ini!” ucap Megha, suaranya ditekan rendah.Varen berbalik dengan napas memburu, menatap Megha dengan wajah frustrasi, takut kehilangan kesempatan ini. “Apanya yang tidak mungkin, Megha?! Kamu mau tetap bertahan disaat mereka semua sedang siap menelanmu hidup-hidup? Kamu pikir Bima akan peduli kalau kamu kenapa-kenapa?! Pria itu cuma peduli pada dirinya sendiri dan reputasinya!”“Ini bukan cuma soal bahaya atau tidak, Varen!” jelas Megha cepat, melangkah maju untuk menghadapi sahabatnya itu. “Hubunganku dengan Bima tidak bisa dijelaskan secara simpel. Semua keterikatanku di rumah ini tidak akan bisa selesai, setelah aku melarikan diri. Itu tindakan bodoh yang justru membuat posisiku makin tersudut!”Lalu, Megha memutar tubuhnya, bersiap melangkah kembali menuju pintu utam

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   104. Suara di Layar

    Danu menekan rahangnya rapat-rapat, mengusap wajahnya yang mendadak banjir keringat dingin. “Kalau berita ini bocor ke media besok pagi, saham perusahaan kita bisa anjlok total. Mau ditaruh di mana muka kita di depan para konglomerat malam ini?!” “Aduh, Pa, cepat pikirkan cara buat matikan layar itu!” desak Rianti, matanya bolak-balik menatap kolega bisnis yang mulai mencibir. “Masa nama baik keluarga Mavendra dijatuhkan begitu saja di rumah kita sendiri? Aku bisa gila kalau sampai ditertawakan orang-orang!” Suara dari layar proyektor menggema. “Aku sangat mencintaimu. Jangan tinggalkan aku,” bisik Veronica di dalam layar sambil makin mengeratkan pelukannya. Pria berjas itu terdiam sejenak, lalu terdengar suaranya membalas pelan, “Benarkah?” Tiba-tiba, pria di dalam layar melepas pelukan Veronica secara kasar. Dia memutar tubuhnya dan menatap lurus ke arah kamera hidden yang terpasang. Wajah pria itu sangat jelas terlihat. Dan …. Sama sekali bukan Bima, melainkan seorang pria lai

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   103. Stuntman

    “Pak, Anda tidak minum minuman dari Pak Jefri tadi, kan?” tanya Dilan, menatap Bima dengan raut khawatir.Bima menyeringai tajam, mengibaskan kerah jasnya. “Mana mungkin aku bisa dia bodohi dengan trik sekuno itu?”Sebenarnya sejak awal Bima sudah membaca pergerakan jangga Jefri saat memojokkannya dengan alih-alih obrolan bisnis. Ketika gelas minuman disodorkan padanya, Bima menerima gelas itu, tapi sama sekali tidak meminumnya. Dia terus memegang gelas sambil berakting mendengarkan, lalu memanfaatkan celah saat melewati pot tanaman hias, dan cepat menyiramkan seluruh isinya “Siapkan stuntman-nya sekarang, Dilan. Baju dan posturnya harus identik,” perintah Bima.“Siap, Pak. Semua sudah standby di dekat ruangan,” balas Dilan cepat.“Kerjakan cepat. Aku masuk duluan,” ucap Bima melangkah menuju kamar itu.Pintu kamar terdorong.Veronica yang mendengar suara engsel pintu langsung mengambrukkan dirinya ke ranjang, menangis sesegukan dengan gaun yang sengaja dibuat berantakan. Di tangan

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   102. Tapi Aku Rela

    Muka Jefri merah padam menahan dongkol. “Dasar wanita tidak tahu untung!” ketusnya kasar, lalu berbalik dan menyingkir pergi dengan langkah lebar geram. Megha kini berdiri sendirian di sudut, napasnya agak terengah menahan luapan emosi yang sejak tadi ditahannya rapat-rapat. Dari kejauhan, Varen yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik mereka dengan rasa khawatir, kini melangkah mendekat. “Dasar, Megha. Dia tetep saja nggak bisa diam dan ngalah. Om Jefri begitu kejam, bagaimana kalau dia kenapa-napa!” Pikirannya yang tajam sudah bisa menebak alur permainannya. Jelas rencana jebakan Veronica dan Bima baru saja masuk tepat ke dalam perangkap. Dia nggak peduli dengan akhir dari Bima, yang penting baginya hanyalah Megha. Tanpa membuang waktu, Varen memotong kerumunan tamu yang sibuk mengobrol. Dia memangkas jarak hingga berdiri tepat di belakang Megha. “Ikut aku sekarang, Megha!” bisik Varen cepat di samping telinganya. Ekor mata Jefri melirik tajam Varen yang menyambar Megha, la

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   101. Istri Expired

    “Om saja nggak tahan melihat kamu yang pamer mesra sama istrimu. Apalagi Veronica, yang akan menjadi istri yang sesungguhnya!”Bima terdiam. Dadanya berdenyut pelan, sementara ekor matanya melirik Megha dengan sejuta rasa yang sulit diartikan.Dia paham, Jefri sedang sengaja memancing kesalahan pahaman di depan mereka. Hanya saja, yang membuatnya gelisah, takut jika Megha mulai berpikiran yang tidak-tidak. “Tenang saja. Jangan dengarkan dan jangan percaya kalau Om Jefri ngomong,” bisik Bima.Megha yang posisinya masih menempel rapat di sebelah Bima dalam pose pura-pura romantis itu menekan rahangnya. “Jangan dengarkan? Kamu kira aku tuli? Aku masih bisa mendengar jarak satu meter lebih. Suruh saja calon mertuamu ini yang diam!” balas bisiknya.Bima menahan kesal dan gelisah jadi satu. Istri satu-satunya itu benar-benar menyebalkan. Tapi cinta.“Ehem! Sepertinya kamu terlalu nyaman di sebelah Bima sampai lupa waktu. Mungkin sudah saatnya kamu pergi. Jangan membuat mataku sakit!” Jefri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status