“Ini Kak Megha atau—”“BUKAN!” cepat Bima memotong. “Apa kamu nggak lihat kalau dia jauh dari kakakmu yang kolot dan menjijikan itu?!”Dada Megha seketika berdenyut nyeri. Lagi-lagi dia dihina suaminya. Tangannya mengepal kuat-kuat. Kalau bukan karena sedang terjebak situasi dan menghindari Devita, rasanya Megha mau bangun saat itu juga dan menampar Bima sekuat tenaga.Mendengar sangkalan itu, Devita menutup mulutnya. Matanya membulat. “Jadi, Kakak ipar selingkuh? Wah … Berani main belakang ternyata.”Urat di pelipis Bima menonjol. Pria itu sudah tak bisa menahan emosinya saat berhadapan dengan lintah berwujud manusia. “Apa maumu? Katakan cepat!” desisnya dingin.Senyum licik Devita makin mengembang. “Kakak ipar tahu kan, setelah satu bulan berlalu, maka perjanjian pura-pura nggak kenal itu akan selesai juga. Jadi, 100 juta saja sekarang. Uang jajan kecil buatmu, kan? Aku akan tutup mulutku rapat-rapat, dan jamin nggak akan ada yang tahu kalau kakak ipar yang tampan ini selingkuh, seme
Last Updated : 2026-08-16 Read more