Adirama langsung melirik tajam. “Ngomong apa kamu? Sembarangan!” Satria malah nyengir. Dia kembali melirik ke arah lobi, tempat Desha masih berdiri sambil memegang termos kecil. “Bentar, bentar. Kayaknya saya pernah lihat cewek itu, deh.” Satria menyipitkan mata, berusaha mengingat-ingat. “Di mana, ya?” Adirama mendengkus. “Sudah, buruan sana!” “Ahha, saya ingat sekarang!” seru Satria tiba-tiba. Dia menoleh kepada Adirama dengan wajah penuh rasa penasaran. “Dia kan cewek SPG yang di bar Dago itu kan, Boss?” Adirama tidak menjawab. Namun, perubahan ekspresi wajahnya sudah cukup menjadi jawaban bagi Satria. Satria langsung menyeringai lebar. “Waduh, apa dia korban yang ditabrak sama Bos?” “Sat, pergi sana!” Alih-alih patuh dia malah lanjut bertanya, “Loh, kok dia bisa sampai ke sini?” Satria masih belum beranjak. Dia menunjuk ke arah lobi. “Jadi, tukang jamu yang Bapak tabrak itu dia orangnya?” “Iya,” jawab Adirama jengah. Satria mengerjapkan mata. “Serius? Kok bisa
Last Updated : 2026-09-19 Read more