“Sejak hari aku dipanggil dekanat. Setiap malam, begini. Satu per satu aku cari, aku hubungi, aku yakinkan.”Malam sudah lewat tengah malam. Ruang kerja Gio hanya diterangi lampu meja.Sementara kaca jendela memantulkan ruangan yang dipenuhi tumpukan dokumen. Di sudut meja, jam digital menunjukkan lewat pukul dua belas.Gio menyandarkan punggung sebentar. Kemejanya kusut di bagian lengan, rambutnya tak lagi serapi saat makan siang. Bayangan gelap terlihat di bawah matanya, sementara beberapa lembar dokumen penuh coretan tergeletak di dekat sikunya.Setelah beberapa detik, ia kembali menarik berkas berikutnya dan membuka halaman yang sudah diberi lipatan.“Tiap malam… kamu begini? Tanpa aku tau?”Vanya menurunkan berkas dari tangannya. Pandangannya berpindah pada tumpukan dokumen yang memenuhi meja, lalu pada gelas kopi kosong di dekat laptop. Beberapa bungkus makanan ringan yang sudah terbuka tertinggal di sudut meja, nyaris tertutup kertas.“Aku nggak mau kamu khawatir. Kamu sudah
آخر تحديث : 2026-09-25 اقرأ المزيد