“Kamu siapa?”Seorang wanita sekitar empat puluh tahun mengenakan seragam pelayan berdiri di halaman depan.Tangannya mengayunkan sapu lidi perlahan, mengumpulkan daun-daun kering yang berserakan di dekat teras.Gerakan sapunya terhenti. Ia menoleh ke belakang sambil mengusap telapak tangannya pada sisi seragam.“Eh, nyonya. Saya Rena, ART baru di sini.”Vanya melangkah turun dari teras, menghampiri wanita itu yang masih menggenggam sapu di tangannya.“Kok Gio nggak diskusi dulu ya, kebiasaan banget,” gerutu Vanya.Wanita itu menyandarkan sapu lidinya pada batang pohon di dekatnya, lalu berbalik menghadap Vanya.“Oh iya, Pak Gio pesen ke saya. Kalau beberapa hari ini dia akan pulang telat. Jadi, selama nyonya sakit saya yang jagain.”Vanya mengerutkan kening. “Jagain aku?”Rena mengangguk kecil. “Iya, Nyonya.”“Kalau Mbak Rena udah selesai nyapunya, minta tolong ya buatin saya makan. Saya laper.”Rena mengangguk kecil. Ia mengambil kembali sapu yang disandarkan di pohon, lalu melanjut
Last Updated : 2026-09-05 Read more