Vanya mengerutkan kening. “Maksudnya?”“Pernikahan kita. Cara kita saling memperlakukan. Semuanya.”Vanya terdiam. Jemarinya yang tadi memainkan rambut Gio berhenti. Matanya menyipit.‘Sikap laki-laki ini terlalu manis untuk seseorang yang biasanya keras kepala setengah mati.’Kalimat Siska berputar di kepala Vanya, lalu potongan ingatannya kembali berdesakan.Lorong Southern Branch yang bergoyang, tangannya meraba dinding sambil menahan mual, pintu kamar yang terbuka.Gio yang menoleh dari dalam, bau alkohol dan parfum asing, pakaian berserakan di lantai, lalu dirinya yang buru-buru meninggalkan kamar.Tapi kali ini, ingatan itu terasa berbeda. ‘Bukankah Siska bilang Gio keluar lebih dulu, lalu melihatku keluar dari lorong yang sama?’Kepala Vanya kembali berdenyut. Jemarinya menekan pelipis, potongan lorong Southern Branch kembali berkelebat tanpa urutan yang jelas.“Argh! Gio, kepalaku….” lirih Vanya.Gio segera meraih bahu Vanya dan membantunya berbaring. Tangannya menopang kepala
آخر تحديث : 2026-08-31 اقرأ المزيد