“Thanks ya, udah selalu anter jemput aku ke makam ayah,” ujar Vanya.Sejak SMA, Vanya punya kebiasaan datang ke makam ayahnya setiap pertengahan bulan. Entah cuma duduk sebentar, membersihkan nisan, atau sekadar diam di sana sampai sore.Dan orang yang hampir selalu ada di sampingnya adalah Angga.Sejak kecil, Angga memang dekat dengan keluarganya. Almarhum ayah Vanya bahkan memperlakukannya seperti anak sendiri, sampai-sampai rumah itu terasa seperti rumah Angga juga.Mereka tumbuh bersama, melewati masa kecil yang sama, bertengkar karena hal-hal sepele, lalu kembali bermain seolah tidak pernah terjadi apa-apa.Jadi, ketika Vanya mulai rutin pergi ke makam ayahnya, Angga tidak pernah merasa perlu bertanya kenapa. Ia hanya ikut, seperti yang sudah dilakukannya sejak dulu.Kadang mereka berbicara sepanjang perjalanan. Kadang hanya radio mobil yang menyala, sementara Vanya sibuk menatap keluar jendela.Angga selalu tahu kapan Vanya ingin ditemani dan kapan gadis itu hanya membutuhkan se
Last Updated : 2026-09-18 Read more