“Pak Gio, boleh ngobrol sebentar?”Celine meletakkan potongan buah yang belum habis di atas tutup kotaknya. Ia berdiri, merapikan rok dengan kedua tangan, lalu melirik sekilas ke arah Vanya.Pandangan mereka bertemu. Celine segera memalingkan wajah dan berjalan ke pintu. Tangannya menggenggam gagang pintu ketika ia menoleh lagi.“Berdua.”“Pak Gio, saya mau nanya serius. Beneran Bapak suaminya Kak Vanya?”Gio terkekeh pelan. Ia membuka pintu kamar lebih lebar, memberi isyarat pada Celine agar keluar lebih dulu. Setelah pintu tertutup di belakang mereka, Gio menarik kursi kosong yang menempel di dinding dan duduk menghadap Celine.“Kamu nggak lihat cincin kita tadi?”Celine melirik tangannya sendiri sebelum kembali menatap Gio.Di ujung lorong, seorang perawat berseragam biru tua lewat membawa nampan berisi beberapa gelas obat. Suara roda troli terdengar samar dari balik tikungan.“Rumornya Bapak tuh serem. Gue belum pernah diajar Bapak sih, tapi kata anak-anak, Bapak tajam banget kal
Last Updated : 2026-09-22 Read more