"Lambat sekali, Garry! Kenapa kau sangat lambat?!"Shelia memprotes dari samping sambil menjambak rambut Garry yang duduk di kursi pengemudi."Aduh! Nona, ini sudah cepat!" protes Garry sambil berusaha mempertahankan kendali atas mobil. "Kenapa Nona tidak naik ke mobil Nona sendiri saja?"Shelia mendengus kesal."Kau lihat sendiri tadi. Ashran sudah pergi lebih dulu, sementara kunci mobilku ada padanya.""Kalau begitu, duduklah dengan tenang. Ini mobil saya!" balas Garry mengomel."Halah, kau sangat lambat. Cepat menepi!"Shelia kembali menarik rambut Garry lebih kencang."Baik, baik! Lepaskan rambut saya dulu!"Akhirnya, Garry menepikan mobil abu-abu yang mereka gunakan. Belum sempat ia benar-benar mematikan mesin, Shelia sudah membuka pintu dan keluar dari mobil.Tanpa membuang waktu, ia berjalan ke sisi pengemudi, membuka pintu, lalu menarik Garry keluar dari kursinya."Nona, jangan membuat si manis lecet."Garry sempat mengusap jok mobilnya dengan ekspresi prihatin, seolah-olah ya
Terakhir Diperbarui : 2026-10-03 Baca selengkapnya