"Pantas saja dia muncul di kampus," gumam Shelia sambil menepuk jidat.Keduanya tak menyangka akan hal itu, karena sangat jarang bertemu seorang mahasiswa yang botak.'Jadi namanya Tara,' batin Shelia menatap biodata pria di depannya. 'Tapi yang kudengar waktu itu mereka seperti memanggil dalam kode.'"Bagaimana kalian bisa bertemu dengannya?" cetus Ashran bertanya."Kebetulan saja, dia terlihat babak belur," jawab Shelia.Laurel mengangguk setuju, tak lupa menyelipkan ejekan. "Menyedihkan, apalagi kepalanya botak."Ashran merenung sejenak, kemudian menatap sekretarisnya."Garry, cari jejak orang itu."Garry menghela napas panjang dengan wajah masam, seolah tak senang mendengar perintah itu."Tapi ini hari liburku, nanti saja, ya," pintanya dengan nada mengeluh."Sekarang!" Ashran bersikeras, suaranya penuh penekanan.Garry cemberut, tampak setengah hati. Namun Shelia akhirnya angkat bicara."Tak perlu buru-buru kok. Aku hanya mau tahu saja," ucap Shelia santai. "Sekarang kami mau kem
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-01 อ่านเพิ่มเติม