"Begitu, ya. Artinya Kak Ash sudah pernah ke sini," ujar Shelia dengan senyuman manis, perlahan dia mendekat lalu merangkul lengan Ashran.Ashran mengernyit, masih memperhatikan sikap Shelia."Kalau begitu, apa nanti mau sarapan bersamaku?" lanjut Shelia. "Aku belum terlalu mengenal wilayah ini."Laurel di sampingnya memalingkan wajah sambil menutup mulut.'Ya ampun Evelyn, kau ternyata sangat agresif,' batinnya, masih tak menyangka.Ashran terdiam beberapa saat, namun akhirnya menyunggingkan senyuman. Tepat saat itulah pintu lift terbuka di lantai, orang-orang di sekitar mereka pun berhamburan keluar."Selain mencari tanaman, aku juga punya jadwal lain," jawab Ashran, sambil menarik lengan yang dirangkul Shelia. "Akan kuhubungi lagi jika aku ada waktu."Shelia menggeram pelan, namun masih bisa mengendalikan ekspresinya setenang mungkin.'Dia menolakku? Beraninya...' gerutunya dalam hati."Baiklah kalau begitu. Sampai nanti, Kak Ash." Shelia pun melangkah keluar, diikuti Laurel di bela
Huling Na-update : 2026-08-23 Magbasa pa