Dengan posisinya yang sekarang dengan sang Ketua BEM, Asha mendadak teringat kejadian pada hari pertama orientasi, saat ia pertama kali masuk kamarnya di asrama. Ketika dia tak sengaja menabrak Angkasa, kakinya tergelincir, lalu tangannya menarik handuk Ketua BEMnya dan— Berhenti, Asha mau melupakan kejadian itu. Harus. Namun, entah kenapa, jarak mereka sekarang terasa sama berbahayanya. Ia bahkan tidak menyiapkan jawaban dari pertanyaan Angkasa sebelumnya. "Apa sekarang mahasiswa baru juga punya hobi menguping rapat panitia?" Nada suara pria itu datar, cukup untuk membuat wajah Asha memanas. Ia buru-buru melepaskan lengannya dari genggaman Angkasa lalu mundur selangkah. "Enggak kok, Kak. Saya cuma…" Kalimat Asha menggantung, lagi-lagi ia bingung harus memberikan alasan apa. Jantungnya berdetak semakin cepat saat tatapan tajam pria itu masih tertuju padanya. Asha menunduk sesaat, berusaha menyusun kata-kata. Namun kesadarannya justru terganggu oleh hal lain. Pandangan m
Last Updated : 2026-08-18 Read more