Asha menegakkan punggungnya dan berdeham tipis. "Jadi kenapa aturan itu tiba-tiba dihapus, Kak?" tanya Asha, mengalihkan pembicaraan. Angkasa diam sejenak, memindai wajah Asha sebelum menjawab datar. "Saya mau kamu juga bersihkan area tidur saya," kata pria itu. Asha mengernyitkan dahinya dan ia hendak protes, namun urung niatnya mendengar ucapan Angkasa selanjutnya. "Saya akan tambah bayarannya." Asha akhirnya mengangguk sambil menyunggingkan senyum manis. "Oke, Kak. Aku pastikan setiap Kak Angkasa datang, tempat tidur kakak rapi dan nyaman." "Bagus," kata pria itu datar, lalu beranjak dari sofa. "Setelah selesai mengepel, ke kamar." "Saya tunggu," lanjut Angkasa, kemudian berbalik pergi. Sementara itu, Asha masih duduk di sofa dengan kening berkerut. "Menunggu? Di kamar? Memangnya mau ngapain?" Mata Asha berkedip-kedip. Belasan menit berlalu setelah menyelesaikan aktivitas mengepelnya, Asha berdiri di depan kamar tidur, menatap gagang pintu. 'Maksud Kak Angkasa tadi apa ya?
Última atualização : 2026-08-23 Ler mais