"T-Tante…" ucap Asha pelan. Ia ingin mencegah tantenya memakai piring-piring dan mangkuk tersebut. Namun, bagaimana cara menyampaikannya ya? "Kenapa, Sayang?" "Itu…" Asha berbalik, membuka laci sebelah, meraih alat makan lain. Namun, saat ia berbalik, tantenya sudah meletakkan piring-piring dan mangkuk itu di meja. Lalu satu per satu mengeluarkan makanan dari wadahnya. Semuanya berpindah ke atas piring tersebut. Asha hanya bisa menyaksikan dengan napas tertahan. Kalau Ketua BEMnya melihat ini, entah bagaimana reaksinya nanti. Angkasa sudah pernah menyebutkan aturan kalau pria itu tidak mau alat makannya disentuh apalagi dipakai, Tantenya tersenyum puas. "Nah, kamu tinggal makan malam nanti." "I-ya, Tan," timpal Asha kaku seperti keset kusut. Tante Zendia kemudian duduk di kursi. "Jangan lupa ajak teman sekamar kamu makan bersama. Walaupun hidup kita pas-pasan, berbagi gak bakalan bikin kita kekurangan, Sayang." Asha mengangguk kaku sambil mempertahankan senyumnya yang ter
Last Updated : 2026-08-20 Read more