Lama-kelamaan, kunjungan Aiden menjadi bagian dari rutinitas kami. Semuanya mengalir begitu saja, seperti hal-hal lain dalam hidup.Aku membuat tanda di kalender yang kutempel di pintu kulkas dengan pulpen biru yang sama, pulpen yang kupakai untuk menandai jadwal kontrol gigi Lucy, hari foto sekolah, dan batas pengembalian buku perpustakaan. Jadwalnya setiap Rabu sore dan Sabtu pagi.Beberapa kali pertemuan pertama, kami selalu pergi ke taman. Kemudian, pada suatu Sabtu, Aiden mengusulkan pergi ke museum anak-anak. Aku menyetujuinya karena sudah dua bulan terakhir Lucy terus merengek ingin ke sana.Selama ini aku selalu menundanya karena harga tiket masuknya 255 ribu per orang. Saat kondisi keuanganku sedang sulit, bahkan uang sebesar itu terasa seperti kemewahan.Jadi, kami pun ke sana.Lucy menghabiskan 45 menit di area sains, sibuk melakukan percobaan dengan air dan pipa-pipa bening. Saat selesai, bajunya sedikit basah, tetapi wajahnya tampak puas bukan main.Aiden membayar tiket ma
Read more