“Nyonya, seluruh perlengkapan melukis Anda sudah dipindahkan ke studio lukis.” Kepala pelayan itu mendekat dengan sikap sopan.Jingga mengerjap. Tatapannya seolah bertanya, Benarkah?Pria paruh baya itu mengangguk kecil, lalu melanjutkan, “Mari saya antar, Nyonya. Studio lukisnya berada di halaman belakang, dekat kolam renang.”Jingga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia sudah berprasangka buruk pada suami kontraknya. Tunggu, studio lukis? Ia tidak salah dengar kan?Arjuna membangun studio lukis untuknya?Ah, ini pasti permintaan omnya, Senopati.Jangan geer, Jingga!Atau, pria itu memiliki niat terselubung. Arjuna justru ingin mengikatmu demi kepentingannya. Salah satu caranya adalah dengan memberikan perhatian padanya. Tak berselang lama, Jingga sudah berada di dalam studio lukis idamannya. Bahkan, tanpa perlu menjelaskan keinginannya, pria itu seolah tahu apa yang menjadi impiannya sebagai seorang seniman. “Apakah ada yang kurang, Nyonya?” tanya kepala pelayan tatkala meli
Terakhir Diperbarui : 2026-08-27 Baca selengkapnya