Dengan kecepatan kilat, Arjuna menarik tangannya dari wajah Jingga. Ia berdehem pelan untuk mengatasi situasi canggung beberapa detik yang lalu. Bisa-bisanya tangannya tiba-tiba merapikan anak rambut gadis itu. “Itu, ada d-daun nyangkut di rambut.”Jingga berkedip dua kali. “Daun. ah ya. Makasih udah buangin daunnya.” Tatapannya turun ke bawah kakinya, mengamati daun yang entah berada di mana. Beberapa detik hening. Jingga lupa pertanyaannya tadi pada suami kontraknya. “Eh, Pak, jadi maksud Bapak ada kerjaan di luar kota di sini ternyata. Aku gak ngeuh,” katanya seolah tidak terjadi apa-apa. “Benar, ada kerjaan di sini. WK Group sedang memproses akuisisi salah satu resort di daerah Sanur. Pertemuannya dimajukan jadi hari ini.” Jawab Arjuna kembali berwajah datar. “Oh, begitu,” Jingga mengangguk-angguk paham. “Jadi bukan sengaja nyusul aku, kan? He…” Pertanyaan polos Jingga membuat Arjuna tertegun sejenak. Sudut bibir pria itu melengkung samar. “Kamu memang berharap saya sengaja ny
Terakhir Diperbarui : 2026-09-05 Baca selengkapnya