“Maaf, Mas. Aku tidak tahu.” Jawab Jingga canggung setelah melihat reaksi Arjuna yang tidak seperti biasanya. Sorot manik obsidiannya berubah gelap setelah mendengar pertanyaannya tadi. Arjuna memejamkan matanya kemudian membukanya lagi. Ia mengatur napasnya yang terasa sesak dan berat setiap kali mendengar seseorang menanyakan tentang ibunya. “Kedua orang tuaku bercerai saat aku masih SMP. Setelah itu Ibu tinggal di luar negeri.” Lanjut Arjuna singkat. Jingga mengangguk halus. Ia paham ketika melihat reaksi Arjuna tentang ibunya. Ia pasti kehilangan sosok ibu sejak lama. Beberapa menit keheningan yang syahdu berlalu sebelum suara langkah kaki dan gema perbincangan lembut mulai terdengar mendekat dari arah jalan setapak.“Tuh kan, Saras, Arjuna sudah lebih dulu datang sama Jingga.” Suara Senopati memecah keheningan di area pemakaman yang asri. Jingga dan Arjuna serempak menoleh ke arah mereka. Di sana, Senopati melangkah bersisian dengan Saras yang tampil elegan dengan selendan
Last Updated : 2026-09-19 Read more