Usai mengangkat telepon ibunya, Jingga diserbu kegelisahan. Jangan sampai ibunya lebih dulu tiba di sana ketimbang Karina si empunya kosan. Dengan kecepatan super, Jingga langsung menekan nomor Karina. Berharap gadis itu masih berada di sekitar kampus. Tadi, dia mau ke perpustakaan dulu sebelum mereka berpisah. Sementara itu, Jingga memang menemui Pak Hadi sesuai janji sebelumnya. [Kamu di mana Rin? Kamu udah balik ke kosan belum?]Tanpa salam, Jingga langsung menyerebot di telepon. [Kita lagi ngemall.]Jawab suara pria dengan nada enteng. [Lah, kalian lagi jalan bareng?]Karina merebut ponselnya dari tangan Bintang. [Iya, Gia. Aku baru saja nyampe di mall. Aku mau beli buku. Tahu nih, si Bintang malah ikut. Maksa lagi.][Rin, baca chat aku, please.]Jingga sampai memelas.Telepon pun terputus. Beberapa menit yang terasa sangat lamban.Membaca runtutan pesan yang masuk, Karina mendadak sadar akan situasi darurat sahabatnya. Ia buru-buru menelpon penjaga kosan. [Oke, Gia. Kamu te
Terakhir Diperbarui : 2026-09-01 Baca selengkapnya